Kamis, 28 Februari 2013

Sejarah Manusia Purba

05 Februari 2009

sejarah Manusia Purba Meganthropus Paleojavanicus

Penelitian oleh G.H.R Von Koenigswald tentang manusia purba Meganthropus Paleojavanicus pada tahun 1936 dan 1941 di Sangiran.
Hasil Temuan :
Tengkorak yang ditemukan berupa tulang rahang bawah, dan gigi geliginya yang tampak mempunyai batang yang tegap dan geraham yang besar-besar (1 gigi taring dan 2 geraham).
Interpretasi :
Sangiran pada awalnya merupakan nama kembar dari dua pedukuhan kecil yang terletak di perbatasan Kabupaten Sragen dengan Karanganyar. Kawasan ini dipisahkan oleh Sungai Cemoro yang mengalir dari kaki Gunung Merapi menuju Sungai Bengawan Solo . Penemuan Koenigswald di Sangiran menjadi awal rangkaian temuan tak berkesudahan. Dua tahun kemudian penduduk menemukan rahang bawah fosil manusia purba di lapisan Pucangan Atas di Sangiran, menyusul fosil-fosil lain pada tahun-tahun berikutnya. Kini penemuan telah mencapai sekitar 60 individu manusia purba, tersebar pada lahan luas menempati wilayah Kabupaten Sragen di utara dan Kabupaten Karanganyar di selatan. Jumlah keseluruhan telah melebihi 50 persen dari seluruh temuan fosil manusia purba di dunia. Wilayahnya amat luas, lapisan pengandung fosil, dan artefak yang ketebalannya mencapai puluhan meter, kondisi yang amat menyulitkan untuk memperoleh data lengkap penelitian. Belum lagi proses sedimentasi air sungai yang membentuk lapisan, telah menghilangkan konteks asli tinggalan. Meganthropus merupakan manusia purba tertua yag hidup antara 20 sampai dengan 15 juta tahun yang lalu dari lapisan Jetis. Badannya tegak. Hidup dengan mengumpulkan makanan. Makanannya tumbuhan. Rahangnya kuat. Memiliki tulang pipi yang tebal. Memiliki tonjolan kening yang menyolok. Memiliki tonjolan belakang yang tajam. Tidak memiliki dagu. Memiliki perawakan yang tegap.

Oleh : Pio Ari Prasasti

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar